Feodalisme: Anda punya dua sapi, sebagian dari produksi susunya untuk sang Raja

Sosialisme murni: Anda punya dua sapi. Semua diambil dan dikandangkan oleh pemerintah. Anda bertanggungjawab merawat semua sapi itu. Selanjutnya pemerintah akan menyediakan susu untuk anda sebanyak yang anda butuhkan.

Sosialisme Birokratis: Anda punya 2 sapi. Semua diambil dan dikandangkan oleh pemerintah, dalam satu kandang yang sama dengan sapi-sapi milik orang lain. Sapi-sapi ini akan dirawat oleh mantan peternak ayam. Anda harus merawat ayam-ayam yang diambil pemerintah dari para peternak ayam tadi. Pemerintah memberi anda susu dan telur jika peraturan menyebutkan bahwa anda membutuhkannya.

Fasisme: Anda punya dua sapi. Semua diambil pemerintah, anda lalu disewa pemerintah untuk merawatnya. Selanjutnya, pemerintah menjual susunya kepada anda

Komunisme murni: Anda punya dua sapi. Tetangga-tetangga anda membantu anda merawat keduanya dan anda harus berbagi susunya dengan mereka semua.

Komunisme Rusia: Anda punya dua sapi. Anda harus merawat keduanya, tapi pemerintahlah yang akan mengambil semua susunya.

Komunisme Kamboja: Anda punya dua sapi. Pemerintah mengambil keduanya dan lantas menembak mati anda

Diktatorian: Anda punya dua sapi. Pemerintah mengambil keduanya dan mewajibmiliterkan anda.

Demokarsi murni: Anda punya dua sapi. Tetangga anda yang menentukan siapa yang boleh memperoleh susunya

Demokrasi perwakilan: Anda punya dua sapi. Tetangga anda memanggil seseorang untuk mengatakan kepada anda siapa yang boleh memperoleh susunya

Birokrasi: Anda punya dua sapi. Awalnya pemerintah mengatur makanan apa yang boleh anda berikan dan kapan anda boleh memerah susunya. Lalu mereka membayar anda untuk tidak memerah susunya. Mereka lantas mengambil kedua sapi tersebut, menembak salah satunya, memerah yang satunya lagi dan membuang susunya ke comberan. Anda lantas diharuskan mengisi berbagai macam formulir untuk melaporkan sapi yang hilang.

Anarki murni: Anda punya dua sapi. Anda bisa menjualnya dengan harga pasaran atau bisa juga tetangga anda mencoba merampasnya dan membunuh anda

Libertarian/Anarcho-Capitalism: Anda punya dua sapi. Anda jual salah satunya dan lantas membeli kerbau

Surrealism: Anda punya dua jerapah. Pemerintah meminta anda mengambil kursus harmonika

Note:
Catatan (humor) permenungan dalam rangka mensikapi kematian Mantan Presiden Soeharto. Saya melihat sebagian besar orang Indonesia mengalami dilema dalam mensikapinya. Haruskah menganggapnya sebagai pahlawan atau penjahat.

Sementara kemasan liputan di media elektronik cenderung membangun (recalling) ingatan positif tentang Soeharto, para politisi cenderung menunjukkan sikap datar dan aktivis ekstra parlementer/pemerintah kesulitan berkata, kita barangkali perlu merenungkan kembali setiap pilihan politik Indonesia yang kita pernah ikut andil didalamnya (sadar atau tidak sadar, suka atau tidak suka, langsung atau tidak langsung).

Salah seorang tetangga kantor saya, mengibarkan bendera setengah tiang, menunjukkan ketegasannya dalam mensikapi kematian sang mantan Presiden. Sementara kebanyakan yang lain sulit ditebak sikapnya.

Saya pribadi tidak melihat Soeharto sebagai pahlawan atau penjahat. Saya melihatnya sebagai manusia biasa. Seperti kebanyakan orang yang bisa berbuat salah. Ada sebagian dari langkahnya yang bermanfaat dan sebagian lagi tidak.

Apakah saya memaafkannya? Kenapa tidak, tapi memaafkan bukan berarti melupakan. Sekali lagi, saya melihatnya dari dua sisi. Anda bisa mengatakannya dengan ‘”Soeharto Penjahat, tapi pernah berjasa” atau “Soeharto Pahlawan tapi pernah punya dosa”. Bagaimanapun cara anda mengatakannya, Soeharto memiliki kedua sisi itu. Dan setiap kejahatan haruslah mendapat hukuman, sebagaimana setiap kebaikan harus mendapat penghargaan.

[Slashdot] [Digg] [Reddit] [del.icio.us] [Facebook] [Technorati] [Google] [StumbleUpon] [Email This]